Oleh: Muhammad Fajrul Falah Afandi*

Sukses dalam pendidikan, karier, dan memiliki keluarga yang bahagia merupakan definisi sebagian besar orang tentang masa depan yang cerah. Pada kenyataannya Anda tidak dapat menghindar dari kejadian-kejadian buruk seperti kegagalan, kerugian, atau pengalaman buruk sepanjang hidup Anda.

Namun, percayalah bahwa meskipun menggapai masa depan yang didamba-dambakan tidak semudah menjentikkan jari, Anda tidak perlu terus merasa dibayangi oleh hal-hal buruk dalam hidup. Beberapa hal berikut dapat membantu Anda untuk meraih masa depan yang cerah.

Masa lalu tidak sama dengan masa depan. Salah satu pendukung terbesar gagasan bahwa masa lalu Anda tidak sama dengan masa depan Anda adalah motivator dan penulis, Anthony Robbins. Menurutnya, “Masa lalu Anda tidak sama dengan masa depan Anda, yang penting bukan apa yang Anda lakukan kemarin, tetapi apa yang Anda lakukan sekarang.”

Bagaimana pun bentuk kegagalan yang Anda alami—baik kegagalan dalam hubungan, bisnis, karier—tidak berarti Anda ditakdirkan untuk menanggung hal tersebut selamanya. Pelajari apa yang Anda bisa dari pengalaman buruk itu dan lanjutkan hidup menuju masa depan yang Anda inginkan.

Saya Mau bercerita sedikit:

Pernah suatu kali Syekh Sya’rawi berbicara dengan seseorang yang ingin membunuh orang yang sedang melakukan maksiat.

Orang itu berkata. “Syekh, menurut saya orang-orang itu berada dalam maksiat, (mereka sedang berada) di dalam tempat yang banyak khamar. Saya rasa mereka harus diberi hukuman.”

Syekh Sya’rawi berkata, “Lalu apa yang akan kamu perbuat?”

“Saya akan meledakkan bom bunuh diri di tempat mereka dan tentunya hal itu akan menyelesaikan semua permasalahan ini.”

“Oke, ada satu hal yang ingin saya tanyakan. Jika kamu melakukan bom bunuh diri di hadapan mereka, lalu mereka mati dalam keadaan maksiat. Mereka pergi ke mana?”

“Tentu saja mereka akan masuk ke dalam neraka.”

“Berarti tujuan kamu dan iblis sama. Memasukkan mereka orang yang bermaksiat ke dalam neraka.”

Ini sebuah perkataan yang sarat makna.

Seharusnya orang berdakwah kepada orang-orang yang berada dalam kemaksiatan dengan akhlak yang baik sehingga mereka bisa keluar dari kemaksiatan tersebut, bukannya malah menyegerakan mereka untuk masuk ke dalam neraka.

Oleh sebab itu, tidak ada satupun Risalah yang diutus untuk berbuat seperti ini, tapi sebaliknya, Allah memerintahkan agar kita mengeluarkan orang yang berbuat salah dari kegelapan menuju cahaya.

Dan untuk hidup di dunia kita butuh berpikir. Untuk hidup di Surga butuh berdzikir. Dan kita terlalu menyibukkan diri dengan berpikir sehingga lupa untuk berdzikir. Maka jika waktu telah berlalu dan kita lupa untuk mengingat Allah di waktu itu, segeralah bangunkan hatimu walaupun hanya dengan ucapan tasbih dan istighfar.

Grand syeikh Al-Azhar pernah berkata, “Lalai adalah sebuah penyakit, dan dzikir kepada Allah adalah obat bagi kelalaian hati”.

Maka sebagai pemuda yang baru menginjak kedewasaan, kita agar selalu ingat kepada Allah SAW, sebagai pemuda yang sholih dan sholihah jangan sampai kita menjadikan dunia itu selamanya milik kita tapi sang pencipta lah yang menjadikan kita semuanya kaya raya,

Sedangkan 5% dari Al-Qur’an dan Hadits berbicara mengenai masalah Fiqh. Sementara sisanya berbicara masalah akhlak yang berkaitan dengan akidah.

Tidak ada kata terlambat untuk bermimpi. Selama seseorang masih memiliki akal dan masih bisa bernafas, maka memiliki mimpi adalah hal yang sangat wajar untuk dilakukan. Sayangnya, mengejar mimpi biasanya tidak semudah bermimpi. Ya, bermimpi memang mudah, tapi mengejar mimpi dan menjadikannya sebuah kenyataan adalah hal yang susah-susah gampang.

Setiap orang setidaknya memiliki satu impian dalam hidupnya. Untuk mengejar mimpi dalam hidup, tentunya dibutuhkan sebuah kerja keras. Mimpi itu tidak terbatas, kita boleh bermimpi menjadi apa saja. Bagi orang lain, impian kita mungkin terdengar aneh, namun selama kita menyukainya berarti tidak ada yang salah dengan impian kita.

Beberapa orang bisa dengan mudah meraih apapun dalam hidupnya. Setiap mengejar mimpi, mereka selalu bisa dengan mudah mendapatkannya. Bagi sebagian yang lain, mengejar mimpi ibarat mengejar layang-layang di jalan raya. Banyak rintangan, banyak bahaya yang diakibatkan. Beberapa yang lain justru kurang beruntung, karena tidak pernah bisa mengejar mimpi sampai akhirnya mereka menyerah sendiri.

Mengejar mimpi bukanlah sesuatu yang salah, sehingga banyak quotes yang menasehati kita supaya berani bermimpi, berani mengejar mimpi besar, berani memperjuangkan mimpi. Meskipun klise, tapi apa yang dikatakan dalam banyak quotes memang tidak salah. Mimpi harus dikejar, mimpi harus diraih, sehingga kita harus berani untuk mulai bermimpi dan mulai untuk mengejarnya.

Orang yang bisa menaklukkan dunia ia tak akan pernah takut kehilangan dunia dari tangannya.Sedangkan orang yang telah ditaklukkan oleh dunia maka ia akan takut kehilangan dunia dan selalu merasa takut jika dunia akan hilang dari tangannya. Ini adalah bentuk fakir yang Rasulullah pernah berdoa agar dapat dijauhkan darinya, yaitu rasa takut akan kefakiran.

Pesan dari saya pribadi untuk semua kawan kawan dan yang membacanya “Jangan kau takut mengambil keputusan dari keyakinan diri kita sendiri, dan jangan lupa bahwa kita semuanya harus berintelektual, berwawasan luas, berwibawa, dan selalu berlandaskan Ahlussunnah wal jamaäh An-Nahdliyah”

Kairo, Romadhon 1441 H

 

  • Penulis adalah Alumni Bumi Damai Al Muhibbin, bisa dihubungi di kanal Facebook / Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *