Profil

Departemen Keamanan dan ketertiban merupakan salah satu departemen dibawah naungan kepengurusan Bumi Damai Al Muhibbin. Departemen ini bergerak di bidang Keamanan dan ketertiban santri, baik diluar maupun didalam pondok dengan berazaskan peraturan pondok.

Departemen ini terdiri dari Kepala Departemen, Staff Administrasi serta Anggota.

Fungsi dan Tugas

 

Peraturan dan Tata Tertib

TATA TERTIB

BUMI DAMAI AL MUHIBBIN

PONDOK PESANTREN BAHRUL ‘ULUM TAMBAKBERAS JOMBANG

BAB I

KETENTUAN UMUM

Pasal 1

  1. Tata tertib Bumi Damai Al Muhibbin Pondok Pesantren Bahrul ‘Ulum Tambakberas Jombang adalah aturan dasar yang harus dipatuhi dan mengikat, merupakan pedoman berperilaku serta dasar pembinaan bagi semua santri Bumi Damai Al Muhibbin Pondok Pesantren Bahrul ‘Ulum Tambakberas Jombang.
  2. Hak adalah sesuatu yang bisa didapatkan atau diperoleh.
  3. Kewajiban adalah ketentuan yang harus dilaksanakan.
  4. Larangan adalah ketentuan yang harus ditinggalkan.
  5. Sanksi adalah tindakan yang dikenakan kepada seseorang karena melanggar peraturan.

BAB II

HAK DAN KEWAJIBAN SANTRI

Pasal 2

Hak – Hak Santri

  1. Mendapat pelayanan pendidikan, pengajaran, bimbingan dan pengarahan.
  2. Mendapat perlindungan, perhatian dan rasa aman
  3. Mendapat penghargaan atas prestasi yang diperoleh.
  4. Menggunakan fasilitas/sarana Bumi Damai Al Muhibbin sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pasal 3

Kewajiban- Kewajiban Santri

  1. Bertakwa pada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Tunduk dan patuh terhadap perintah dan kebijakan Pengasuh.
  3. Mendaftarkan diri di Kantor Bumi Damai Al Muhibbin.
  4. Mengisi biodata diri dengan lengkap dan benar.
  5. Menempati ribath, kamar serta almari yang telah ditentukan.
  6. Menjaga nama baik Bumi Damai Al Muhibbin.
  7. Menjalankan seluruh rukunsantri Bumi Damai Al Muhibbin, meliputi: Jama’ah, Diniyyah Madrasah Hidayatul Muhibbin, Pengajian dan Sekolah di lingkungan Pondok Pesantren Bahrul ‘Ulum, serta Taat pada peraturan dan Tata tertib pondok.
  8. Mengikuti seluruh kegiatan wajib yang telah ditentukan.
  9. Melunasi seluruh pembayaran yang telah ditentukan.
  10. Menghormati yang lebih tua dan menyangi yang lebih muda.
  11. Bersikap sopan santun dalam berpakaian, berperilaku dan bertutur kata secara Syar’an wa ‘Adatan.
  12. Menjaga kebersihan, keindahan dan kelestarian lingkungan Bumi Damai Al Muhibbin.
  13. Merawat, menjaga dan memelihara fasilitas Bumi Damai Al Muhibbin.
  14. Melapor kepada pengurus bila ada tamu (keluarga atau lainnya) yang bermalam di Bumi Damai Al Muhibbin.
  15. Memberi penghormatan dan pelayanan terhadap tamu.
  16. Melapor kepada Pengurus apabila terjadi pelanggaran peraturan dan atau mengetahui hal-hal yang mencurigakan.
  17. Mematuhi jam malam yang telah ditentukan.
  18. Meminta izin kepada Pengurus Departemen Keamanan dan Ketertiban (KAMTIB) dengan persetujuan (sowan) Pengasuh atau wakilnya, apabila bermaksud pulang atau pergi.
  19. Meminta izin kepada Pengurus Ribath masing-masing, apabila tidak dapat masuk Sekolah, Madrasah Hidayatul Muhibbin dan Jam Wajib Belajar dikarenakan sakit atau udzur lainnya.

BAB III

LARANGAN- LARANGAN

Pasal 4

Keamanan

  1. Melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum Agama dan Negara.
  2. Melakukan hal-hal yang dapat mengganggu kemananan baik di dalam maupun diluar Bumi Damai Al Muhibbin.
  3. Mengikuti kegiatan beladiri dan atau kegiatan lain di luar Bumi Damai Al Muhibbin.
  4. Berjudi, mengkonsumsi minuman keras, narkoba atau sejenisnya.
  5. Bertempat tinggal / berdomisili dan atau menginap di luar Bumi Damai Al Muhibbin.
  6. Berkelahi di dalam atau di luar lingkungan Bumi Damai Al Muhibbin.
  7. Melakukan segala bentuk intimidasi.
  8. Memiliki, menyimpan dan menggunakan segala jenis senjata perkelahian.
  9. Berhubungan yang tidak sah dengan perempuan.
  10. Mengambil, menggunakan dan menyimpan hak milik orang lain tanpa izin.
  11. Berada di luar lingkungan Bumi Damai Al Muhibbin melebihi jam 22.00 WIB tanpa izin.
  12. Menyimpan dan memiliki bacaan, gambar dan segala sesuatu yang mengandung unsur pornografi.
  13. Mendatangi segala tempat hiburan, permainan dan pertunjukan.

Pasal 5

Ketertiban

  1. Melakukan hal-hal yang dapat mengganggu ketertiban baik di dalam maupun diluar Bumi Damai Al Muhibbin.
  2. Memilliki, menyimpan dan menggunakan handphone (HP), Laptop dan atau alat elektronik lainnya tanpa seizing Pengasuh.
  3. Merokok di lingkungan Bumi Damai Al Muhibbin.
  4. Keluar masuk lingkungan Bumi Damai Al Muhibbin dengan meloncati pagar.
  5. Melakukan aktifitas lain pada saat jam kegiatan.
  6. Terlambat kembali ke pondok bagi santri yang pulang / pergi.
  7. Menggunakan fasilitas Bumi Damai Al Muhibbin yang tidak diizinkan.
  8. Menggunakan fasilitas Bumi Damai Al Muhibbin tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  9. Membawa uang melebihi batas yang ditentukan.
  10. Memiliki, menyimpan dan menggunakan semua jenis alat musik yang diharamkan.
  11. Memiliki, menyimpan, dan bermain segala jenis permainan kartu, catur, permainan elektronik dan sejenisnya.
  12. Menggunakan layanan internet diluar jam dan tempat yang telah ditentukan.
  13. Memindah, merubah dan merusak almari, kamar mandi, jemuran dan fasilitas yang lain.
  14. Memelihara hewan.
  15. Memelihara rambut panjang dan bertato.
  16. Menggunakan aksesoris tubuh dan perhiasan yang dilarang secara Syar’an wa Adatan.
  17. Menjemur pakaian dan sejenisnya di selain tempat yang telah ditentukan.

BAB IV

SANKSI

Pasal 6

  1. Bagi santri yang melanggar tata tertib di atas akan dikenakan sanksi sesuai dengan tingkat pelanggaran.

BAB V

PENUTUP

Pasal 7

  1. Tatatertib tersebut diatas dapat berubah dengan wewenang dan kebijakan pengasuh.
  2. Segala ketentuan yang belum termaktub dalam tata tertib diatas akan diatur kemudian atas dasar kebijakan pengasuh dan atau atas dasar mufakat para pemegang kewenangan dalam pemutusan sanksi pelanggaran.
  3. Peraturan ini berlaku sejak ditetapkan.

BAB VI

ATURAN-ATURAN TAMBAHAN

Pasal 8

ATURAN PERIZINAN PULANG ATAU PERGI

  1. Santri Bumi Damai Al-Muhibbin tidak diperbolehkan izin pulang atau pergi,kecuali dengan keperluan sebagaimana berikut :
  2. SILATURROHIM

          Santri diperbolehkan izin pulang atau pergi dengan syarat :

  • Kegiatan pondok dan sekolah libur.
  • Telah berada di pondok selama satu bulan atau lebih.
  • Tidak ada larangan pulang dari pihak wali santri atas dasar mashlahah.
  • Mengajukan perizinan pulang atau pergi pada hari Kamis.
  • Melalui prosedur perizinan yang telah ditentukan pondok.

 

SAKIT

Santri diperbolehkan izin pulang dengan syarat :

  • Telah diperiksakan oleh pengurus, akan tetapi tidak ada tanda-tanda membaik.
  • Penyakit yang diderita tergolong penyakit menular yang sulit diantisipasi.
  • Penyakit yang diderita tergolong penyakit yang membutuhkan perawatan intensif dan sulit disembuhkan ketika berada di pondok.
  • Ada rekomendasi dari dokter dengan syarat yang jelas untuk istirahat total, kontrol dan rawat jalan sampai batas waktu yang ditentukan.
  • Melalui prosedur perizinan yang telah ditentukan pondok.

KEPERLUAN MENDESAK

Santri diperbolehkan izin pulang dengan syarat :

  • Ada informasi jelas dari pihak keluarga (wali santri) bahwa pihak keluarga ada yang meninggal dunia atau sakit keras.
  • Melalui prosedur perizinan yang telah ditentukan pondok.
  1. Santri Bumi Damai Al Muhibbin diperbolehkan izin jika memenuhi prosedur-prosedur sebagaimana berikut :
  2. Memiliki Buku Izin Santri.
  3. Mengambil Buku Izin Santri di kantor Dept. Keamanan dan Ketertiban (KAMTIB).
  4. Memberitahukan waktu dan keperluan izin.
  5. Sowan ke ndalem untuk meminta izin dan restu Pengasuh atau wakilnya.
  6. Meminta pengesahan dan mengisi blangko perizinan pulang atau pergi di kantor Dept. Keamanan dan Ketertiban (KAMTIB).
  7. Memberitahukan kepada pengurus Madrasah Hidayatul Muhibbin apabila telah mendapat izin dari Pengasuh dan pengesahan dari pengurus Dept. Keamanan dan Ketertiban (KAMTIB).
  8. Membawa Buku Izin Santri dan meminta tanda tangan wali santri.
  9. Kembali ke pondok sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan.
  10. Mengembalikan Buku Izin Santri ke kantor Dept. Keamanan dan Ketertiban (KAMTIB) pada batas waktu yang telah ditentukan.
  11. Apabila tidak memenuhi prosedur di atas, maka akan dikenakan sanksi sesuai dengan tingkat pelanggaran.

Pasal 9

ATURAN PERIZINAN FASILITAS LAPTOP

  1. Santri yang diperbolehkan memfasilitasi diri dengan laptop :
  2. Berstatus sebagai mahasiswa yang benar-benar membutuhkan.
  3. Telah mendapatkan izin dari Pengasuh secara tertulis.
  4. Sanggup mematuhi peraturan yang ditetapkan pondok.
  5. Santri yang memfasilitasi diri dengan laptop diwajibkan untuk:
  6. Meminta Surat Bukti Izin terlebih dahulu kepada pengurus Bidang Keamanan dan Ketertiban apabila bermaksud memfasilitasi diri dengan laptop.
  7. Meminta izin kepada Pengasuh secara tertulis.
  8. Membuat Surat Kesanggupan Biaya Listrik dengan pengurus Bidang Baitul Mal.
  9. Mengganti biaya listrik sebesar Rp. 25.000,- tiap bulan.
  10. Menggunakan laptop dalam area yang telah ditentukan apabila di dalam pondok.
  11. Mengisi ulang (men-charge) battery laptop di area yang telah ditentukan.
  12. Bersedia memanfaatkan atau menggunakan laptop secara kolektif dengan santri lain yang membutuhkan.
  13. Bersedia meminjamkan laptop kepada pondok apabila dibutuhkan.
  14. Menjaga ketenangan dan ketertiban dalam penggunaan laptop.
  15. Santri yang memfasilitasi diri dengan laptop dilarang:
  16. Menggunakan laptop sebagai sarana untuk melanggar syari’at dan Peraturan Pondok.
  17. Memprioritaskan penggunaan laptop daripada kegiatan dan tugas pondok.
  18. Membawa dan menggunakan laptop di tempat-tempat umum dalam area pondok, seperti : masjid, koperasi, halaman, dapur, dan sebagainya (kecuali perpustakaan).
  19. Menggunakan laptop melebihi jam malam (di atas jam 23:00 WIB).
  20. Meminjamkan laptop kepada santri yang tidak semestinya membutuhkan.
  21. Segala konsekwensi yang berkaitan dengan penjagaan, perawatan, dan resiko kerusakan atau hilang menjadi tanggung jawab pemilik.
  22. Biaya ganti listrik dapat berubah sesuai dengan kenaikan pajak listrik, dan berdasarkan ketetapan pondok.
  23. Area-area yang ditentukan pondok antara lain : Kamar Al-Maliki 10, Kantor Pusat, Kantor Ribath Al-Hambali.
  24. Peraturan tersebut di atas dapat berubah sesuai dengan Wewenang dan Kebijakan Pengasuh.
  25. Izin dapat dicabut sewaktu-waktu sesuai dengan Wewenang dan Kebijakan Pengasuh.
  26. Hal-hal yang belum termaktub dalam peratuan di atas akan diatur kemudian di dalam musyawarah pengurus bersama dengan Pengasuh.

 Jombang, 07 September 2012

Ttd

 M. Idris Djamaluddin