Sejarah bumi damai al muhibbin

Bumi Damai Al Muhibbin adalah salah satu unit dalam yayasan Pondok Pesantren Bahrul ‘Ulum Tambakberas Jombang yang didirikan oleh KH. Moh. Djamaluddin Ahmad. Beliau KH. Moch. Djamaluddin Ahmad adalah salah satu menantu dari Alm. KH. Abdul Fattah Hasyim (pendiri Madrasah Mu’allimin Mu’allimat Bahrul ‘Ulum juga menantu KH. Chasbullah Said). Bumi Damai Al Muhibbin dirintis sejak tahun 1975 M. Dengan membuat lokal kecil di depan rumah beliau, di sebelah selatan Pondok Induk Bahrul ‘Ulum.

Seiring dengan berkembangnya waktu, lokasi yang ada dirasa sempit sehingga tidak memungkinkan lagi untuk mengembangkan asrama guna menampung jumlah santri yang semakin lama semakin bertambah, maka beliau beserta istri, Ibu Nyai Hj. Hurriyah Fattah, membeli lahan + 1 (satu) hektar yang berlokasi + 500 meter di selatan Pondok Induk Bahrul ‘Ulum.

Pada tahun 1992 M dimulailah pembangunan Bumi Damai Al Muhibbin di lokasi yang baru dengan mendirikan sebuah Masjid dan 9 (sembilan) buah kamar untuk domisili para santri. Pada akhir tahun 1994 M (28 Rojab 1415 H), Al Muhibbin diresmikan di lokasi yang baru dan diberi nama “Bumi Damai Al Muhibbin”. Sampai saat ini, santri Bumi Damai Al Muhibbin +1300 santri.

Bumi Damai Al-Muhibbin berikhtiyar mengembangkan kajian keIslaman berupa Akidah, Syari’ah dan Akhlaq yang diimplementasikan dalam bentuk kegiatan pengajian Al-Qur’an, Madrasah Diniyah dan Pengajian Kitab karya Ulama’ Salaf (Kitab Kuning). Dalam kehidupan keseharian, Bumi Damai Al-Muhibbin mengkondisikan lingkungan santri yang tertib dalam berjama’ah, disiplin belajar, peduli dan peka terhadap lingkungan dan mandiri dalam berkepribadian. Selain itu, lokasi Bumi Damai Al-Muhibbin yang berada di lingkungan Yayasan Pondok Pesantren Bahrul ‘Ulum, juga menyediakan pendidikan formal, mulai dari tingkat Tsanawiyah, Aliyah dan Perguruan Tinggi.